BACAMALANG.COM – Mantan Komandan Lantamal VII Brigjen Marinir (Purn) Siswoyo Hari Santoso meninggal dunia hari ini, Minggu (23/7/2023). Tokoh asal Malang ini wafat usai menjalani perawatan di Paviliun Melati RSAL Dr. Mintoharjo sejak 17 Juli 2023.
Kabar duka ini dibenarkan oleh sahabat almarhum, Ade ‘dKross’ Herawanto. Ia mengaku mendapat informasi bahwa almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia (TMB) Pondok Aren Tangerang, Minggu (23/7/2023) sore.
“Beliau ini meninggal pada Minggu (23/7) pukul 10.17 WIB, dalam usia 61 tahun. Sosok yang dikenal sebagai pembina Arema Batavia, yang saat ini tinggal di Tangerang,” ungkap Sam Ade, sapaan akrabnya.
Secara pribadi dan mewakili komunitas d’Kross, Ade menyampaikan turut berbelasungkawa yang sangat dalam atas meninggalnya tokoh kelahiran Malang 15 Februari 1962 ini.
“Kami menyampaikan duka cita sangat mendalam. Semoga, Mas Siswoyo mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah ditinggalkan sosok yang sangat dicintai,’’ tuturnya.
Untuk diketahui, almarhum memiliki jasa yang sangat besar dalam karirnya di dunia militer. Bahkan, sosoknya juga sangat dikenal Arek-arek Malang saat menjabat Danlantamal VII dengan pemberian nama Pulau Singo Edan di wilayah kepulauan Nusa Tenggara timur (NTT) di garis depan dekat Timor Leste.
Pemberian nama pulau ini atas persetujuan Surat Keputusan Gubernur NTT tanggal 13 Mei 2016. Usulan ini berawal pada 27 Maret 2016 lalu, saat d’Kroos Community mengemban misi damai ke bumi Loro Sae, Flores. Mereka bertemu dengan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.
Kedatangan mereka dari Kota Malang adalah untuk menjelaskan misi perdamaian terkait kondisi di Malang pasca perkelahian antar kelompok mahasiswa yang berujung korban jiwa. Keberadaan Brigjend Marinir Siswoyo dalam pertemuan antara d’Kroos Community dengan Gubernur NTT ini adalah sebagai mediator.
Saat mendampingi rombongan d’Kross di atas Kapal Perang KRI Leuser, Brigjend Marinir Siswoyo mengutarakan tentang banyaknya pulau yang masih belum ada nama dan sangat rentan terhadap pencaplokan negara tetangga, Timor Timur dan Australia. Dan Lantamal 7 ini, menyatakan jika sudah memetakan pulau-pulau tersebut.
Saat itu, spontan Ade d’Kross dan ’Cak Jenderal’ panggilan akrab Brigjend Marinir Siswoyo, mengusulkan nama salah satu pulau tersebut dengan nama Singo Edan, Arema atau Ongisnade, yang disambut baik Gubernur NTT dan hingga terbitlah Surat Keputusan pada 13 Mei 2016.
Ade menuturkan jika Singo Edan ada di garis depan NKRI, dan hal tersebut menjadi sebuah momen bersejarah, membuktikan jika Arema ada dimana-mana. Ia pun sangat antusias menyambut kabar ini. Karena itu, dia memastikan hadir sebagai salah satu undangan dari perwakilan Tokoh Arema.
Pewarta : Hadi Triswanto
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki



























































