FISIP UB Dorong Praktisi Humas Kuasai AI, Tegaskan Empati Manusia Tetap Tak Tergantikan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 21 Jul 2026 16:07 WIB ·

FISIP UB Dorong Praktisi Humas Kuasai AI, Tegaskan Empati Manusia Tetap Tak Tergantikan


 Peserta dan tim pelaksana Workshop AI-Powered Public Relations di FISIP Universitas Brawijaya belumm lama ini. (ist)
Perbesar

Peserta dan tim pelaksana Workshop AI-Powered Public Relations di FISIP Universitas Brawijaya belumm lama ini. (ist)

BACAMALANG.COM – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di bidang Hubungan Masyarakat (Humas) dinilai mampu meningkatkan efektivitas komunikasi strategis. Namun, teknologi tersebut tidak dapat menggantikan peran manusia dalam memahami konteks, emosi, serta nilai-nilai etika yang menjadi fondasi utama komunikasi publik.

Pendapat tersebut disampaikan Ketua Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) 2026, Maulina Pia Wulandari, S.Sos.,M.Kom., Ph.D., dalam workshop bertajuk “AI-Powered Public Relations: A Workshop on Social Media Listening with Big Data Analytics”, yang berlangsung selama dua hari di Gedung C FISIP UB, Malang, belum lama ini.

FISIP UB berkolaborasi dengan Perhumas BPC Malang Raya, Parimaya, Kazee Digital, dan RVARE untuk menghadirkan perpaduan perspektif akademis dengan pengalaman praktis dari industry dalam kegiatan yang merupakan bagian dari roadmap Pengabdian kepada Masyarakat FISIP UB di bidang Digital Public Relations, dan telah berjalan sejak 2024.

Maulina Pia Wulandari menjelaskan bahwa penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam praktik kehumasan harus tetap mengedepankan nilai etika dan empati. Menurutnya, AI merupakan alat bantu untuk meningkatkan efektivitas kerja, bukan pengganti peran manusia dalam mengambil keputusan komunikasi.

“Teknologi dapat membantu kita membaca jutaan data dalam waktu singkat, tetapi angka tidak selalu mampu menjelaskan keseluruhan pengalaman manusia. Praktisi humas tetap dibutuhkan untuk memahami konteks, mengenali emosi publik, dan memastikan keputusan komunikasi dilakukan secara akurat, etis, serta penuh empati,” ujar akademisi yang akrab disapa Pia ini.

Maulina Pia Wulandari, S.Sos., M.Kom., Ph.D., saat menyampaikan materi mengenai pemanfaatan AI, social media listening, dan Big Data dalam praktik kehumasan. (ist)

Ia menambahkan, AI sebaiknya dimanfaatkan untuk mempercepat proses analisis serta memberikan gambaran awal mengenai dinamika opini publik. Namun demikian, verifikasi oleh manusia tetap menjadi tahapan yang tidak dapat diabaikan, terutama untuk memahami sarkasme, bahasa lokal, konteks sosial, hingga berbagai nuansa komunikasi yang belum mampu dibaca secara utuh oleh algoritma.

Menurut Pia, perkembangan media digital membuat arus informasi bergerak sangat cepat. Karena itu, kemampuan melakukan social media listening menjadi kompetensi penting bagi praktisi humas agar mampu mendeteksi isu sejak dini sekaligus meminimalkan potensi krisis reputasi organisasi.

Melalui workshop ini, peserta dibekali keterampilan memanfaatkan AI dan analitik Big Data untuk memantau percakapan publik, menganalisis sentimen, serta menyusun rekomendasi strategi komunikasi berbasis data.

Selama pelatihan, peserta mengikuti berbagai simulasi kasus nyata, mulai dari menentukan kata kunci pemantauan, mengidentifikasi tren percakapan, memetakan aktor berpengaruh, hingga menyusun respons awal terhadap krisis dengan memanfaatkan teknik prompt engineering secara kritis.

“Kami sengaja menjalin kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan industry, agar kegiatan ini menjadi langkah penting untuk pengembangan kompetensi humas, sehingga mereka dapat mengikuti perubahan lanskap komunikasi yang berlangsung sangat cepat,” tutup Pia.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PWI Malang Raya Laporkan Hotman Paris, Polisi Tegaskan Akan Diproses Sesuai Aturan

21 Juli 2026 - 17:37 WIB

Warga Desa Pagak Tuntut Kejelasan Status Tanah Hak Pakai dan Ajukan Hak Garap ke BPN

21 Juli 2026 - 12:05 WIB

Nekat Curi Rp48,4 Juta di Sardo Swalayan, Wanita Terlilit Pinjol Berakhir di Tangan Polisi

21 Juli 2026 - 07:15 WIB

Nilai Putusan DKD PERADI Malang Cacat, Abdul Aziz Ajukan Banding dan Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Majelis

20 Juli 2026 - 20:44 WIB

Sopir Truk Tebu Meninggal Saat Antre Masuk PG Kebonagung Pakisaji, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan

20 Juli 2026 - 18:24 WIB

Perkuat Internasionalisasi, Prodi Matematika FSTeM UB Hadirkan Pakar Bahas Aplikasi Matematika untuk Medis dan Industri

20 Juli 2026 - 16:07 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !