Wamenko Pangan Cari Formula Swasembada Susu, KOP SAE Pujon Jadi Percontohan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 17 Jul 2026 09:06 WIB ·

Wamenko Pangan Cari Formula Swasembada Susu, KOP SAE Pujon Jadi Percontohan


 Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi SAE (KOP SAE) Pujon, Kabupaten Malang, Kamis (16/7/2026). Kunjungan ini untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menekan impor susu nasional. (HUmas Pemkab Malang) Perbesar

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi SAE (KOP SAE) Pujon, Kabupaten Malang, Kamis (16/7/2026). Kunjungan ini untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menekan impor susu nasional. (HUmas Pemkab Malang)

BACAMALANG.COM – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau Koperasi SAE (KOP SAE) Pujon, Kabupaten Malang, Kamis (16/7/2026), guna mencari solusi percepatan swasembada susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dalam kunjungan tersebut, Hanif mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari impor, terutama dalam bentuk susu bubuk. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan sektor peternakan sapi perah di tingkat hulu hingga industri pengolahan di hilir.

“Kalau integrasi antara hulu dan hilir tidak kita lakukan, maka kita akan terus bergantung pada impor. Peternak juga menghadapi tekanan besar, termasuk regenerasi dan peremajaan sapi perah,” ujar Hanif.

Menurutnya, pengembangan peternakan menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, sedangkan penguatan industri pengolahan berada di bawah Kementerian Perindustrian. Sinergi kedua sektor tersebut dinilai menjadi kunci agar susu segar produksi peternak lokal memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih baik.

Hanif menjelaskan, Kabupaten Malang dipilih sebagai lokasi kunjungan karena merupakan salah satu sentra produksi susu terbesar di Jawa Timur, provinsi yang menjadi penghasil susu nasional terbesar di Indonesia. Berbagai masukan dari pengurus KOP SAE akan dibawa ke forum koordinasi lintas kementerian sebagai bahan penyusunan kebijakan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Malang menyatakan komitmennya untuk mendukung program peningkatan produksi susu dalam negeri. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, dan industri pengolahan susu, pemerintah optimistis target memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada susu dapat segera direalisasikan.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

BPRS Arsa Sejahtera UMM Sukses Kelola Aset Rp82 Miliar

16 Juli 2026 - 13:07 WIB

Pasar Sore Kepanjen Jadi Magnet Warga, Belanja Murah Sambil Dongkrak Ekonomi Lokal

16 Juli 2026 - 06:32 WIB

Cuaca Dingin dan Diskon Besar Dongkrak Penjualan Jaket serta Tas di Kepanjen Selama Libur Sekolah

13 Juli 2026 - 16:51 WIB

Wamen PPPA RI Bahas Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Ngantang

13 Juli 2026 - 14:04 WIB

POCARI SWEAT Run Lombok 2026 Sukses Gaet 9.200 Pelari, Sport Tourism Dongkrak Ekonomi hingga Rp95 Miliar

13 Juli 2026 - 12:28 WIB

Disnaker Kabupaten Malang Cetak Wirausaha Baru Lewat Pelatihan Roti dan Kue, Dorong Terciptanya Lapangan Kerja

12 Juli 2026 - 14:00 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !