Pertalite Langka di Kepanjen, Puluhan Kios Eceran Kosong hingga Warga Dorong Motor - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 15 Okt 2026 06:29 WIB ·

Pertalite Langka di Kepanjen, Puluhan Kios Eceran Kosong hingga Warga Dorong Motor


 Salah satu kios bensin eceran yang tampak kosong, warung Madura di Jalan Panji Kepanjen Kabupaten Malang, Selasa (13/10/2026). (ist) Perbesar

Salah satu kios bensin eceran yang tampak kosong, warung Madura di Jalan Panji Kepanjen Kabupaten Malang, Selasa (13/10/2026). (ist)

BACAMALANG.COM – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mulai menyulitkan warga di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang. Selain antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), puluhan kios bensin eceran di pinggir jalan dilaporkan kehabisan stok dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan di lapangan pada Selasa (13/10/2026) menunjukkan, sejumlah kios bensin eceran di sepanjang Jalan Panji, Jalan Trunojoyo di kawasan Stadion Kanjuruhan, hingga jalur poros menuju Desa Sukoraharjo tidak lagi menjual Pertalite karena kehabisan persediaan.

Sejumlah toko Madura yang biasanya melayani penjualan bensin eceran selama 24 jam juga tampak tidak memiliki stok. Botol-botol yang biasa digunakan untuk menjual BBM terlihat kosong.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga yang kesulitan memperoleh bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Warga Kelurahan Ardirejo, Kepanjen, mengaku sudah dua hari kesulitan mencari Pertalite di kios eceran.

Pengalaman serupa dialami Irul, warga Kedungpedaringan. Ia mengaku terpaksa menuntun sepeda motornya sejauh sekitar satu kilometer setelah kehabisan bensin saat perjalanan pulang seusai menjemput putrinya dari sekolah pada Senin (12/10/2026) sore.

Menurut Irul, sejumlah kios yang biasa menjual Pertalite di sepanjang jalur Sukoraharjo hingga menuju rumahnya tidak memiliki persediaan. Setidaknya delapan kios yang dilewatinya dalam kondisi kosong. Bahkan, sebuah SPBU mini yang sempat ditemuinya juga tutup karena kehabisan stok.

Keluhan lainnya disampaikan Arif K, warga Desa Tegalsari. Ia mengaku tidak mendapatkan Pertalite di kios eceran di desanya sehingga harus mencari bahan bakar ke SPBU Sengguruh yang berjarak lebih dari tiga kilometer. Setibanya di lokasi, ia masih harus mengantre untuk mendapatkan BBM.

Sementara itu, Sucipto, penjual bensin eceran di RT 11/RW 02, Kedungpedaringan, Kepanjen, membenarkan sulitnya memperoleh pasokan Pertalite untuk dijual kembali. Menurutnya, antrean kendaraan di SPBU menjadi salah satu kendala yang dihadapinya saat membeli BBM.

“Sulit mendapatkan Pertalite sekarang, antrean di SPBU terlalu panjang. Tadi pagi sempat buka kios, ada stok beberapa botol langsung habis semua,” ujar Sucipto.

Meski pasokan terbatas, Sucipto mengaku tetap menjual Pertalite dengan harga Rp12.000 per botol dan tidak menaikkan harga jualnya.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah kios bensin eceran lainnya mulai beralih menjual Pertamax. Peralihan itu dilakukan karena mereka kesulitan mendapatkan pasokan Pertalite.

Kelangkaan yang dirasakan warga ini menimbulkan pertanyaan mengenai kelancaran distribusi BBM di wilayah Kepanjen. Warga berharap ketersediaan Pertalite segera kembali normal agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi mengenai penyebab terbatasnya pasokan Pertalite di sejumlah kios eceran di wilayah Kepanjen.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dari Kedokteran hingga Peternakan, Tujuh Ilmuwan UB Masuk Daftar Top 2% Researchers 2026

15 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Polres Batu Olah TKP Sengketa Warung Nasi Goreng di Jalan Bromo, Kuasa Hukum Buka Suara

14 Oktober 2026 - 23:14 WIB

Departemen Statistika UB Petakan Potensi Ekraf di Lima Kecamatan Kota Malang, Klojen dan Lowokwaru Masuk Klaster Utama

14 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Cekcok Jual Beli Kayu di Pagak Berujung Penganiayaan, Pria 48 Tahun Diamankan Polisi

14 Oktober 2026 - 20:11 WIB

GRIB JAYA Dorong Tes Narkoba Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Malang

14 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Ulas Sejarah Transformasi Ekonomi Malang Raya dari Perkebunan hingga Perbankan, BI Hadirkan Buku “Dari Rimba Menjadi Kota”

14 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Trending di EVENT & ACARA

©Hak Cipta Dilindungi !