BACAMALANG.COM — Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) terus berinovasi untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat. Salah satunya dengan Pekan Literasi Kota Malang 2026, yang hadir dengan beragam kegiatan seru, edukatif, dan inspiratif.
Dengan tema “Menguatkan Ekosistem Literasi Menuju Kota Malang Mbois Berkelas”, kegiatan ini diisi dengan sejumlah agenda penunjang, mulai dari Pameran Buku, Membaca Nyaring & Bedah Buku, Mendongeng, Bedah Naskah Kuno, Pelatihan TPBIS, Penghargaan Lomba Literasi, hingga Bazaar Buku dan Produk UMKM.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., mengapresiasi saat membuka acara, Rabu (14/10/2026) Pekan Literasi yang berlangsung selama tiga hari hingga 16 Oktober ini.
“Harapan kami Perpustakaan Kota Malang dapat menjadi coworking space yang inklusif sekaligus daya tarik utama bagi pemuda, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk membudayakan kebiasaan membaca,” ungkapnya usai mengisi siniar yang digelar pihak Perpustakaan Kota Malang.
Wali Kota juga mengapresiasi salah satu langkah strategis yang dilakukan Dispussipda KOta Malang yang menghadirkan konsep “wajah baru” Perpustakaan Kota Malang. Menurutnya, konsep baru ini dirancang untuk mengubah kesan perpustakaan yang tadinya kaku dan formal seperti kantor pemerintahan, menjadi tempat yang lebih santai, ramah, dan ramah pengunjung.
“Dahulu, orang datang ke perpustakaan terasa seperti datang ke kantor formal. Sekarang kita ubah suasananya agar pengunjung merasa nyaman seperti berada di mal atau kafe,” ujar Wahyu Hidayat.
Inovasi baru Perpustakaan Kota Malang tersebut antara lain penyajian berbagai fasilitas dan penyesuaian layanan, mulai Spot Membaca dengan Pemandangan Menarik, yakni tersedia titik-titik tempat duduk yang menghadap langsung ke pemandangan Jalan Besar Ijen, memberikan suasana membaca yang estetis dan tidak membosankan.
“Oleh karena itu menjawab aspirasi masyarakat dan kalangan mahasiswa, jam buka perpustakaan direncanakan akan diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB. Bahkan khusus di hari Minggu ada layanan untuk pengunjung Car Free Day, misalnya perpustakaan disiapkan untuk buka lebih awal pada hari Minggu mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB,” tuturnya.
Wahyu menilai, hal ini memberi kesempatan bagi warga yang berolahraga di area Car Free Day Jalan Ijen untuk singgah dan membaca. Ia juga memebri saran pengembangan lewat Kafe Literasi, dimana untuk ke depan, perpustakaan akan dilengkapi dengan kafe literasi yang menyediakan aneka makanan ringan dan minuman agar pengunjung semakin betah.
“Tentunya hal ini juga diselaraskan dengan penambahan koleksi buku, mengingat pemerintah terus berkomitmen memperbanyak dan melengkapi koleksi buku serta kuota peminjaman guna memenuhi kebutuhan Kota Malang sebagai kota pendidikan,” tandasnya.

Ruang baca Perpustakaan Kota Malang yang semakin nyaman dan sejuk dengan wajah barunya, Rabu (14/10/2026). (Nedi Putra AW).
Kepala Dispussipda Kota Malang Ir. Yayuk Hermiati, M.H menambahkan, Pekan Literasi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Oktober 2026 ini digelar sebagai langkah nyata pemerintah untuk terus memacu minat baca dan daya literasi masyarakat di Kota Malang.
“Setiap harinya diisi dengan berbagai kegiatan menarik, salah satunya agenda bedah buku dengan tema yang beragam. Seperti hari pertama ini dengan bedah naskah kuno berjudul Mambangul Ulum di lantai 3 Gedung Perpustakaan. Naskah kuno ini merupakan salah satu dari 39 koleksi naskah kuno yang dimiliki oleh Dispussipda Kota Malang sejak dikembangkan pada tahun 2023 lalu,’ bebernya.
Sementara pada siang harinya, digelar pula bedah buku Seri Sejarah Heritage bertajuk “Dari Rimba Menjadi Kota: Bank Indonesia dalam Evolusi Malang Raya”.
“Pada hari penutupan nanti , pameran literasi akan mendatangkan penulis ternama sekaligus musisi, Dee Lestari,” tambahnya.

Pekan Literasi Kota Malang 2026 diisi dengan sejumlah agenda penunjang, mulai dari Pameran Buku, Membaca Nyaring & Bedah Buku, Mendongeng, Bedah Naskah Kuno, Pelatihan TPBIS, Penghargaan Lomba Literasi, hingga Bazaar Buku dan Produk UMKM. (Nedi Putra AW)
Yayuk menyambut positif arahan Wali Kota Wahyu Hidayat terkait transformasi fasilitas perpustakaan, khususnya usulan penambahan jam operasional dan penataan fasilitas. Menurutnya, penyesuaian jam kerja layanan segera dirapatkan oleh Dispussipda bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang pada minggu ini guna membahas penataan personel.
“Langkah ini disiapkan agar perpustakaan bisa beroperasi hingga pukul 21.00 WIB pada hari Senin–Sabtu, serta buka lebih awal pada hari Minggu (06.00–13.00 WIB) untuk menyapa warga di area Car Free Day (CFD) Jalan Ijen,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, saat ini Dispussipda memiliki lebih dari 132.000 judul koleksi buku. Pihaknya juga telah mengusulkan anggaran penambahan koleksi senilai sekitar Rp75 juta pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Berdasarkan data Dispussipda, tingkat kunjungan perpustakaan terus menunjukkan tren positif dengan rata-rata 300 pengunjung offline (tatap muka) dan 400 pengunjung online (via aplikasi dan media sosial) setiap harinya.
“Selain fisik, naskah kuno yang dialihmediakan kini dapat diakses digital melalui aplikasi Malang Cilin Digital Access, serta ribuan e-book lainnya via aplikasi Malang Cilin Bois. Sedangkan terkait rencana fafe literasi, kami masih memproyeksikan pengusulannya pada anggaran tahun 2027 mendatang,” tandasnya.
Rangkaian inovasi ini diharapkan semakin memantapkan peran perpustakaan sebagai ruang publik yang edukatif, modern, dan nyaman bagi warga Kota Malang.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































