BACAMALANG.COM – Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum, Kabupaten Malang, mengoptimalkan lahan pertanian seluas dua hektare melalui penanaman 1.000 bibit kopi robusta dan benih kedelai. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi ketahanan pangan bagi siswa sekolah dasar dengan melibatkan mereka secara langsung dalam proses penanaman.
Kegiatan tersebut diikuti Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Efendi Wahyudi, Kepala Lapas Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar beserta jajaran, serta warga binaan SAE L’SIMA.
Sebanyak 20 murid SDN 2 Maguan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, didampingi lima guru dan Kepala Sekolah Yanti Hartini. Berbeda dari kunjungan edukasi pada umumnya, para siswa kali ini berkesempatan mempraktikkan langsung penanaman kopi dan kedelai bersama warga binaan.
Suasana gotong royong mewarnai kegiatan tersebut. Interaksi antara siswa dan warga binaan tidak hanya memberikan pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga memperkenalkan proses pertanian serta pentingnya menjaga ketahanan pangan sejak dini.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur, Efendi Wahyudi mengatakan, penanaman kopi robusta dan kedelai merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas lahan SAE L’SIMA sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 bibit kopi robusta dan 20 kilogram benih kedelai ditanam. Benih tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian melalui BRMP Aneka Kacang di Kendalpayak.
“Penanaman kopi robusta dan kedelai ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan lahan SAE L’SIMA agar semakin produktif dan memberikan manfaat nyata. Kegiatan ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan pertanian,” ujar Efendi.
Ia berharap pengelolaan lahan pertanian tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat dalam peningkatan produktivitas sekaligus mendorong kemandirian warga binaan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, menilai keterlibatan siswa SDN 2 Maguan menjadi nilai tambah dalam kegiatan penanaman kali ini.
Menurutnya, jika sebelumnya kunjungan siswa lebih banyak dikemas dalam bentuk outing class, kali ini mereka mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam aktivitas pertanian bersama warga binaan.
“Ada hal istimewa dalam penanaman kali ini karena kami mengajak murid-murid SDN 2 Maguan untuk terlibat langsung menanam kopi dan kedelai bersama warga binaan. Anak-anak bisa merasakan sendiri proses menanam sekaligus belajar tentang pentingnya pertanian dan ketahanan pangan,” kata Christo.
Ia menambahkan, SAE L’SIMA diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana asimilasi dan edukasi, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pembinaan warga binaan diharapkan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas.
“Kami ingin SAE L’SIMA tidak hanya menjadi sarana asimilasi dan edukasi masyarakat, tetapi juga laboratorium belajar bagi siapa saja untuk bertumbuh dan berkembang. Momen ketika warga binaan bergotong royong bersama anak-anak ini menunjukkan bahwa pembinaan juga bisa menghadirkan pengetahuan, pengalaman positif, dan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala SDN 2 Maguan, Yanti Hartini. Ia menyebut kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa karena mereka dapat menyaksikan sekaligus mempraktikkan proses penanaman secara langsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Lapas Kelas I Malang karena telah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengikuti kegiatan penanaman di SAE L’SIMA. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga karena anak-anak dapat mengetahui secara langsung bagaimana proses penanaman dilakukan, bukan sekadar mempelajarinya melalui buku atau penjelasan di dalam kelas,” ungkap Yanti.
Menurutnya, pembelajaran langsung di lapangan dapat membantu siswa mengenal dunia pertanian, memahami pentingnya menjaga lingkungan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap ketahanan pangan.
Yanti berharap kegiatan edukatif serupa dapat terus dilaksanakan sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat di luar lingkungan sekolah.
Melalui program penanaman ini, SAE L’SIMA Ngajum terus mengembangkan pemanfaatan lahan pertanian sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan pembinaan keterampilan warga binaan. Sinergi dengan Kementerian Pertanian serta pelibatan masyarakat diharapkan dapat mendukung pengembangan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Keterlibatan siswa SDN 2 Maguan juga memperluas fungsi SAE L’SIMA sebagai ruang pembelajaran lintas generasi yang mempertemukan pendidikan, pertanian, dan pembinaan pemasyarakatan.
Dengan mengedepankan semangat gotong royong, SAE L’SIMA diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang berguna untuk kehidupan setelah menjalani masa pidana.
Pewarta: Rohim Alfarizi




















































