BACAMALANG.COM – Mengenalkan cara menghadapi bencana sejak usia dini menjadi langkah penting untuk membangun generasi yang tangguh dan sigap dalam situasi darurat. Upaya tersebut dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melalui edukasi kebencanaan bagi siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal 27 Pakisaji, Rabu (14/10/2026).
Sebanyak 106 siswa bersama delapan guru pendamping mengikuti kegiatan yang digelar di halaman sekolah mulai pukul 08.00 WIB. Edukasi dikemas secara interaktif agar anak-anak lebih mudah memahami potensi bencana sekaligus mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pengenalan dasar mengenai kebencanaan, mengikuti permainan peran terkait penanggulangan bencana, hingga mempraktikkan simulasi evakuasi mandiri saat terjadi gempa bumi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., mengatakan edukasi mitigasi bencana bagi anak usia dini merupakan bagian dari upaya menanamkan budaya sadar bencana sejak bangku pendidikan.
Menurutnya, anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu bersikap tepat ketika menghadapi situasi darurat, termasuk saat terjadi gempa bumi.
“Pemahaman mitigasi bencana penting ditanamkan sejak dini agar anak-anak tidak panik dan tahu langkah tepat saat terjadi situasi darurat seperti gempa,” ujar Purwoto, Jumat (16/10/2026).
Melalui edukasi ini, BPBD Kabupaten Malang berharap para siswa tidak hanya mengenali risiko bencana, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah penyelamatan diri secara aman. Para guru pendamping pun diharapkan semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.
Pembelajaran kebencanaan sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak untuk mengenali bahaya, tetap tenang, serta mengetahui cara menyelamatkan diri ketika bencana terjadi.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































