BACAMALANG.COM – UPT Puskesmas Pujon bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Malang terus memperkuat pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) 2026 melalui berbagai aksi nyata yang menyasar langsung masyarakat. Kegiatan yang digelar di wilayah Kecamatan Pujon pada Jumat (17/7/2026) ini difokuskan pada pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP).
Berbeda dengan kegiatan seremonial, GERMAS tahun ini dirancang lebih berorientasi pada hasil. Program tidak hanya mengedepankan edukasi, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan langsung melalui perluasan ILP dan optimalisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) berbasis siklus hidup.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, M.M.Kes, menegaskan bahwa GERMAS harus menjadi gerakan bersama yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
> “Kami ingin GERMAS 2026 benar-benar berorientasi pada hasil, bukan sekadar sosialisasi. Melalui ILP dan CKG, layanan kesehatan harus menjangkau seluruh siklus hidup, mulai bayi, remaja, usia produktif hingga lansia,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan utama GERMAS 2026 adalah menekan angka PTM sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada komitmen seluruh pemangku kepentingan, mulai tingkat kecamatan hingga desa.
Sebagai bentuk implementasi, UPT Puskesmas Pujon mengintegrasikan berbagai program strategis nasional dan daerah melalui penguatan Integrasi Layanan Primer. Pelayanan kesehatan ditata berdasarkan siklus hidup, mencakup ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lansia, dan diperluas hingga Puskesmas Pembantu (Pustu) serta Posyandu Era Baru di seluruh desa di Kecamatan Pujon.
Di sisi lain, optimalisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga terus digencarkan melalui skrining kesehatan berkala yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, hingga indeks massa tubuh (IMT). Warga yang teridentifikasi memiliki faktor risiko PTM langsung mendapatkan tindak lanjut berupa edukasi dan penanganan preventif.
Tak hanya itu, Puskesmas Pujon juga mengintensifkan kampanye pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL). Edukasi diberikan kepada masyarakat agar lebih memahami informasi kandungan gizi pada makanan dan minuman kemasan melalui regulasi Nutri-Level, sehingga mampu memilih pangan yang lebih sehat untuk dikonsumsi sehari-hari.
Melalui langkah-langkah tersebut, GERMAS 2026 diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan serta menurunkan risiko penyakit tidak menular di tengah masyarakat.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































