BACAMALANG.COM – Di tengah arus transformasi tata kelola pendidikan global yang menuntut kesiapan adaptasi terhadap ketidakpastian, penguatan profesionalisme guru sekolah dasar menjadi pilar determinan dalam mewujudkan target SDGs 4 (Pendidikan Bermutu).
Mengantisipasi kejenuhan metode instruksional konvensional yang cenderung reduktif, tim dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Agenda akselerasi keilmuan mutakhir ini digelar secara intensif selama empat hari, mulai tanggal 16 hingga 19 Juli 2026, bertempat di SDN Ngajum 1, Kabupaten Malang.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas guru sekolah dasar, kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Profesionalisme Guru SD melalui Pendampingan Pembelajaran Mendalam berbasis Kompetensi Abad-21”.
Pendampingan yang diketuai oleh Dr. Oktaviani Adhi Suciptaningsih, M.Pd., bersama dengan Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si., dan Dr. Sri Rahayuningsih, M.Pd., tidak hanya memberikan penguatan konseptual, tetapi juga pendampingan dalam merancang pembelajaran yang mendorong berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah kepada 40 guru Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Ngajum, Kabupaten Malang.
Dalam paparan akademisnya, tim dosen membedah urgensi transisi radikal dari pembelajaran superfisial menuju deep learning (pembelajaran mendalam). Berbeda dengan transmisi pengetahuan satu arah yang bertumpu pada hafalan mekanistik, model pembelajaran mendalam mengondisikan ruang kelas sebagai inkubator berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi efektif, dan kreativitas. Siswa tidak lagi sekadar menjadi konsumen informasi, melainkan produsen solusi yang tanggap terhadap dinamika problematik di kehidupan nyata mereka.
Secara praktis, intervensi ini hadir sebagai angin segar yang membuka wawasan para guru dalam menyajikan pembelajaran dengan cara yang lebih menarik dan bermakna bagi murid sekolah dasar. Ke-40 guru peserta sepakat untuk mulai menggeser metode ceramah konvensional yang membosankan ke strategi mengajar yang jauh lebih interaktif. Ruang kelas tidak sekadar memperkaya ide-ide kreatif murid, melainkan arena untuk membakar semangat baru dalam merekonstruksi pengalaman dan pengetahuan melalui proses belajar mengajar yang aktif.
Ketua KKG Gugus 1 Ngajum, Irfan, menyampaikan bahwa diseminasi konsep deep learning ini memberikan jawaban taktis atas kebutuhan esensial para tenaga pendidik di lapangan yang seringkali terjebak dalam target ketuntasan kurikulum yang kaku.
“Pelatihan ini mengajarkan bagaimana menyajikan pembelajaran deep learning untuk memancing kemampuan berpikir kritis siswa dalam menangani masalah kehidupan sehari-hari,” tutur Irfan di sela-sela pemantauan aktivitas workshop.
Dampak langsung terhadap pembaruan perspektif mengajar ini juga diamini oleh para peserta. Hilman, salah seorang guru di SDN Ngajum 1, mengungkapkan bahwa pendampingan ini membuka cakrawala baru mengenai pentingnya merancang pembelajaran yang berorientasi pada proses penalaran tingkat tinggi. Dirinya menyatakan komitmennya untuk segera mengintegrasikan prinsip-prinsip pembelajaran abad-21 ini ke dalam draf rencana pelaksanaan pembelajaran guna menstimulus keterlibatan aktif siswa secara optimal.
Sinergi akademik-praktisi ini memberikan pembuktian empiris terhadap eskalasi kompetensi pedagogik ke-40 guru peserta secara nyata. Melalui evaluasi performa dan produk instruksional selama lokakarya, para pendidik terbukti mampu mentransformasikan kerangka teoretis pembelajaran mendalam ke dalam rancangan modul pembelajaran yang aplikatif dan adaptif.
Keberhasilan kegiatan pelatihan ini menegaskan bahwa guru-guru di KKG Gugus 1 Ngajum memiliki kapasitas besar untuk terus berkembang. Dengan penguasaan metode deep learning ini, mereka siap memimpin perubahan di sekolah masing-masing melalui transformasi metode mengajar yang monoton menjadi lebih bermakna dan menghadirkan pendidikan dasar bermutu serta relevan dengan tantangan zaman.
Pewarta : Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga



























































