Inovasi Herbal UMM Curi Perhatian Mentan, Solusi Atasi Anemia dan Kurangi Residu Mikroplastik Berbasis Bahan Lokal - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 19 Jul 2026 09:17 WIB ·

Inovasi Herbal UMM Curi Perhatian Mentan, Solusi Atasi Anemia dan Kurangi Residu Mikroplastik Berbasis Bahan Lokal


 Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan kesehatan berbasis bahan baku lokal di UMM. (ist) Perbesar

Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan kesehatan berbasis bahan baku lokal di UMM. (ist)

BACAMALANG.COM – Inovasi herbal berbasis bahan alami hasil riset Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu daya tarik dalam ajang Studentpreneur Bootcamp 2026 yang digelar Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) di Hall GKB IV Lantai 9 UMM, Jumat (17/7/2026). Produk karya Guru Besar UMM, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., mendapat perhatian khusus dari Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.

Produk yang dikembangkan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (P3 Halal) UMM tersebut menawarkan solusi herbal untuk membantu mengatasi anemia sekaligus menurunkan residu mikroplastik dalam tubuh dengan memanfaatkan bahan baku lokal.

Saat meninjau stan pameran, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi hasil hilirisasi riset tersebut. Menurutnya, pemanfaatan tanaman lokal seperti mawar dan bayam merah menjadi produk kesehatan bernilai tinggi merupakan langkah strategis yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Wah, ini joss sekali inovasinya! Pemanfaatan bahan lokal seperti mawar dan bayam merah untuk mengatasi anemia sekaligus membersihkan tubuh dari mikroplastik adalah langkah cerdas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Amran.

Prof. Elfi menjelaskan, inovasi tersebut merupakan hasil pendanaan riset terapan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) senilai Rp318 juta. Penanganan anemia dilakukan melalui dua pendekatan, yakni meningkatkan sistem imun menggunakan kombinasi ekstrak mawar dan jahe merah, serta meningkatkan kadar zat besi (Fe) melalui suplemen berbahan bubuk mawar dan bayam merah.

“Kami menggunakan dua jalur dalam mengatasi anemia. Pertama meningkatkan imunitas tubuh melalui ekstrak mawar dan jahe merah. Kedua, kapsul yang berisi bubuk mawar dan bayam merah sebagai sumber zat besi untuk meningkatkan kadar hemoglobin,” jelasnya.

Paket herbal tersebut terdiri atas tiga produk, yakni Suplemen Zat Besi+ Antioksidan, minuman Roseit, serta Elvibers Go-Herbal Mawar Plus Jahe Merah.

Berdasarkan hasil uji klinis terhadap 33 pasien dengan anemia sedang hingga berat, sebanyak 85 persen peserta mengalami peningkatan kadar hemoglobin hingga kembali ke batas normal setelah mengonsumsi paket herbal tersebut selama empat minggu.

“Alhamdulillah, setelah mengonsumsi tiga paket ini selama empat minggu, sekitar 85 persen penderita anemia mengalami peningkatan kadar hemoglobin hingga normal,” ungkap Prof. Elfi.

Tak hanya efektif membantu mengatasi anemia, penelitian lanjutan yang dilakukan pada tahun ini juga menunjukkan manfaat lain dari suplemen tersebut. Hasil uji praklinis mengindikasikan bahwa produk herbal itu mampu membantu menurunkan residu mikroplastik dalam tubuh sekaligus melindungi organ hati dan ginjal dari risiko kerusakan.

“Penelitian terbaru menunjukkan bahwa suplemen ini juga berpotensi menurunkan residu mikroplastik yang saat ini menjadi perhatian, sekaligus membantu mencegah kerusakan hati dan ginjal,” tambahnya.

Selain produk herbal berbasis mawar, P3 Halal UMM juga menampilkan sejumlah inovasi pangan fungsional lainnya, seperti kopi rempah, beras analog tinggi protein untuk balita stunting, hingga beras analog kaya kalsium yang ditujukan bagi ibu hamil.

Beragam inovasi tersebut menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan riset yang dapat dihilirisasikan menjadi produk bermanfaat bagi masyarakat. Melalui dukungan pemerintah dan dunia industri, hasil penelitian ini diharapkan dapat diproduksi secara massal sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan bergizi sekaligus mendorong perkembangan industri halal nasional.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Klarifikasi dan Permohonan Maaf kepada Insan Pers

19 Juli 2026 - 15:06 WIB

Sekjen Kementerian Imipas Tinjau Lapas Malang, Pastikan Layanan Profesional dan Pembinaan Warga Binaan Berjalan Optimal

18 Juli 2026 - 17:30 WIB

Presiden Prabowo Panen Raya Tebu di Malang, Petani Titip Harapan Perkuat Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan

17 Juli 2026 - 21:34 WIB

UIBU Luncurkan Mata Kuliah Kebudiutamaan, Perkuat Karakter Calon Guru dan Siap Jadi Rujukan Nasional

17 Juli 2026 - 19:15 WIB

Mentan Amran: Kerugian Bukan Kegagalan, Tapi Investasi Mental Pengusaha Sukses

17 Juli 2026 - 16:46 WIB

Tinjau PG Krebet Baru Malang, Wamenko Pangan Percepat Langkah Menuju Swasembada Gula 2026

16 Juli 2026 - 18:42 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !